Rabu, 27 Januari 2016

Pengorbanan Orang Tua DemiAnak-anaknya

Kita tak pernah tau Ibu menangis,
Karena memang Ibu menutupinya,
Kita tak pernah mengerti Ibu bersedih,
Karena memang Ibu menyembunyikannya dari kita,
Kita tak pernah tau Ayah kecapean kerja,
Karena memang beliau tak ingin kita kepikiran,
Kita tak pernah merasa,seberapa panasnya nyari uang,
Karena memang yang terpenting baginya adalah bisa memenuhi kebutuhan anaknya,
Kita tidak pernah tau kelus kesah mereka,
Yang kita tau,kita hanya meminta,meminta dan meminta,
Lihatlah mereka saat kecapean dan tertidur pulas,
Lihat dan hayati wajahnya,renungi pengorbanannya,
Bayang kan,jika nanti Tubuh yang tertidur dihadapanmu memang tertidur selamanya,
Sebelum terlambat,jagalah orang tua kita,
Jika belum bisa apa-apa,cukup jaga hatinya,jangan kau sakiti batin nya,
ya Allah.,,,, Jika aku belum bisa membahagiakan kedua orang tua ku di dunia,
Maka bahagiakan mereka di akhirat Mu ya Allah,Aamiin.....

Minggu, 22 Maret 2015

EVALUASI KURIKULUM
Disusun dan disampaikan untuk memenuhi tugas:
Mata Kuliah                : Pengembangan Kurikulum
Dosen Pengampu        : M. Khasani, M.Pd.

Untitled



Oleh:
Ani Musiani
2021111181
                                   


PRODI PAI
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2013

BAB I
PENDAHULUAN
            Kurikulum merupakan suatu hal yang penting dalam pendidikan. Kurikulum dapat membantu proses pendidikan dan juga membantu dalam mewujudkan terlaksananya tujuan pendidikan.
            Pemerintah memberikan prioritas tinggi kepada pendidikan dengan mengeluarkan biaya yang banyak demi kepentingan peningkatan mutu bangsa. Biaya itu akan sia-sia bila kurikulum tidak terjamin mutunya. Sudah selayaknya pengembangan dan perubahan apalagi perombakan kurikulum ditangani dengan hati-hati.
            Karena kurikulum sangat penting dan mengenai hidup jutaan manusia kini dan dimasa mendatang, maka perlulah diadakan usaha yang kontinu untuk memperbaikinya. Untuk itu perlu diadakan evaluasi kurikulum.
            Dalam makalah ini akan dibahas tentang evaluasi pendidikan.


















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Definisi Evaluasi Kurikulum
      Evaluasi pada dasarnya adalah proses penentuan nilai sesuatu berdasarkan kriteria tertentu. Dalam proses tersebut tercakup usaha mencari dan mengumpulkan data atau informasi yang diperlukan sebagai dasar dalam menentukan nilai suatu objek evaluasi, seperti program, prosedur, usul, cara, pendekatan, model kerja, hasil program dan lain-lain.
      Evaluasi atau penilaian kurikulum merupakan salah satu bagian dari evaluasi pendidikan yang memusatkan perhatian kepada program-program pendidikan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pembinaan dan pengembangan mutu. Kurikulum sebagai program pendidikan atau  program belajar untuk siswa memerlukan penilaian sebagai bahan balikan dan penyempurnaan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat, anak didik serta perkembangan ilmu pengetahuan.[1]

B.     Tujuan Evaluasi Kurikulum
Tujuan Evaluasi kurikulum berbeda-beda tergantung dari konsep atau pengertian seseorang tentang evaluasi. Konsep seseorang tentang evaluasi dipengaruhi oleh pandangan filosofis seseorang tentang posisi evaluasi sebagai suatu bidang kajian dan sebagai suatu profesi. Secara mendasar tujuan pekerjaan evaluasi kurikulum dan evaluasi lainnya, bersifat praktis. Tujuan tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1.      Menyediakan informasi mengenai pelaksanaan pengembangan dan pelaksanaan suatu kurikulum sebagai masukan bagi pengambilan keputusan.
2.      Menentukan tingkat keberhasilan dan kegagalan suatu kurikiulum serta factor-faktor yang berkontribusi dalam suatu lingkungan tertentu.
3.      Mengembangkan berbagai alternatif pemecahan masalah yang dapat digunakan dalam upaya perbaikan kurikulum.
4.      Memahami dan menjelaskan karakteristik suatu kurikulum dan pelaksanaan suatu kurikulum.
Keempat tujuan evaluasi kurikulum tersebut diatas  berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Keempat tujuan tersebut bukanlah merupakan suatu keutuhan dan harus digunakan oleh setiap kegiatan evaluasi kurikulum. Keempat tujuan tersebut diatas terpisah dan suatu kegiatan evaluasi dapat memilih salah satu tujuan atau gabungan dari beberapa tujuan tersebut.[2]

C.     Peranan Evaluasi Kurikulum
      Peranan evaluasi kebijaksanaan dalam kurikulum khususnya pendidikan berkenaan dengan tiga hal, yaitu:
1.      Evaluasi sebagai moral judgement
            Konsep utama dalam evaluasi adalah masalah nilai. Hasil dari suatu evaluasi berisi suatau nilai yang akan digunakan untuk tindakan selanjutnya. Hal ini mengandung dua pengertian, pertama evaluasi berisi suatu skala nilai moral, berdasarkan skala tersebut suatu objek evaluasi dapat dinilai. Kedua, evaluasi berisi suatu perangkat kriteria praktis, berdasarkan kriteria-kriteria tersebut suatu hasil dapat dinilai.
2.      Evaluasi dan penentuan keputusan
            Beberapa hasil evaluasi menjadi bahan pertimbangan bagi murid untuk mengambil keputusan apakah ia harus memilih jurusan IPA atau IPS, dan sebagainya. Dengan perkataan lain penentuan keputusan yang diambil oleh murid, sebagian besar berkenaan dengan kepentingan dirinya. Lain halnya keputusan yang diambil oleh seorang guru, ia mengambil keputusan bagi kepentingan murid-muridnya. Jadi, tiap pengambil keputusan dalam proses evaluasi memegang posisi nilai yang berbeda, sesuai dengan posisinya.
3.      Evaluasi dan konsensus nilai
Penelitian pendidikan dan evaluasi kurikulum sebagai perilaku sosial berisi nilai-nilai. Dalam berbagai situasi pendidikan serta kegiatan pelaksanaan evaluasi kurikulum sejumlah nilai-nilai dibawakan oleh orang-orang yang turut terlibat (berpartisipasi) dalam kegiatan penilaian atau evaluasi.[3]

D.    Prinsip-Prinsip Evaluasi Kurikulum
Prinsip-prinsip Evaluasi Kurikulum meliputi:
1.      Tujuan tertentu, artinya setiap program evaluasi kurikulum terarah dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan secara jelas dan spesifik. Tujuan-tujuan itu pula yang mengarahkan berbagai kegiatan dalam proses pelaksanaan evaluasi kurikulum.
2.      Bersifat Objektif, dalam artian berpijak pada keadaan yang sebenarnya, bersumber dari data yang nyata dan akurat yang diperoleh melalui instrumen yang handal.
3.      Bersifat Komperhensif, mencakup semua dimensi atau aspek yang terdapat dalam ruang lingkup kurikulum. Seluruh komponen kurikulum harus mendapat perhatian dan pertimbangan secara seksama sebelum dilakukan pengambilan keputusan.
4.      Kooperatif dan bertanggung jawab dalam perencanaan. Pelaksanaan dan keberhasilan suatu program evaluasi kurikulum merupakan tanggung jawab bersama pihak-pihak yang terlibat dalam proses pendidikan seperti. Guru, kepala sekolah, pemilik, orang tua, bahkan siswa itu sendiri, disamping merupakan tanggung jawab utama lembaga penelitian dan pembangunan.
5.      Efisien, khususnya dalam penggunaan waktu, biaya, tenaga, peralatan yang menjadi penunjang.
6.      Berkesinambungan, hal ini diperlukan mengingat tuntutan dari dalam dan luar sekolah, yang meminta diadakannya kurikulum.[4]

E.     Prosedur Strategi Evaluasi Kurikulum.
1.      Evaluasi Kebutuhan dan Feasibility
            Evaluasi ini dapat dilaksanakan oleh organisasi atau administrator tingkat pelaksana. Prosedur yang dilakukan meliputi:
·         Merumuskan tipe dan jenis mata pelajaran atau program yang sekarang sedang disampaikan.
·         Menetapkan program yang dibutuhkan.
·         Menilai (assess) data setempat berdasarkann tes buku, tes intelegensi, dan tes sikap yang ada.
·         Menilai riset yang tlah ada.
2.      Evaluasi Masukan
            Evaluasi Masukan melibatkan para supervisor,  konsultan, dan ahli mata pelajaran yang dapat merumuskan pemecahan masalah. Pemecahan masalah ini harus dilihat dalam hubungannya dengan hambatan (misalnya penerimaan pemecahan masalah oleh guru dan siswa), kecakapan kerja (pelaksanaan pemecahan masalah dalam kelas atau sekolah), keampuhan (sejauh mana usaha pemecahan masalah tersebut), dan biaya ekonomi (kaitan antara biaya pemecahan masalah dengan hasil yang diharapkan).
3.      Evaluasi Proses
            Adalah sistem pengelolaan informasi dalam upaya membuat keputusan yang berkenaan dengan ekspansi, kontraksi, modifikasi, dan klarifikasi strategi pemecahan atau penyelesaian masalah.
4.      Evaluasi Produk
            Evaluasi ini berkenaan dengan pengukuran terhadap hasil-hasil program dalam kaitaannya dengan tercapainya tujuan.[5]
BAB III
PENUTUP
            Evaluasi pada dasarnya adalah proses penentuan nilai sesuatu berdasarkan kriteria tertentu.
            Evaluasi atau penilaian kurikulum merupakan salah satu bagian dari evaluasi pendidikan, yang memusatkan perhatian kepada program-program pendidikan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pembinaan dan pengembangan mutu.
Tujuan Evaluasi dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1.      Menyediakan informasi mengenai pelaksanaan pengembangan dan pelaksanaan suatu kurikulum sebagai masukan bagi pengambilan keputusan.
2.      Menentukan tingkat keberhasilan dan kegagalan suatu kurikiulum serta factor-faktor yang berkontribusi dalam suatu lingkungan tertentu.
3.      Mengembangkan berbagai alternatif pemecahan masalah yang dapat digunakan dalam upaya perbaikan kurikulum.
4.      Memahami dan menjelaskan karakteristik suatu kurikulum dan pelaksanaan suatu kurikulum.
Peranan evaluasi kebijaksanaan dalam kurikulum khususnya pendidikan berkenaan dengan tiga hal, yaitu:.
1.      Evaluasi sebagai moral judgement
2.      Evaluasi dan penentuan keputusan
3.      Evaluasi dan konsensus nilai
Prinsip-prinsip Evaluasi Kurikulum meliputi:
1.      Tujuan tertentu,
2.      Bersifat Objektif,
3.      Bersifat Komperhensif,
4.      Kooperatif dan bertanggung jawab dalam perencanaan.
5.      Efisien
6.      Berkesinambungan,
Prosedur Strategi Evaluasi Kurikulum.
1.      Evaluasi Kebutuhan dan Feasibility
2.      Evaluasi Masukan
3.      Evaluasi Proses
4.      Evaluasi Produk
























DAFTAR PUSTAKA

Hamalik, Oemar. 2007. Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Hasan, Hamid. 2008. Evaluasi Kurikulum. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sudjana, Nana. 1996. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2004. PENGEMBANGAN KURIKULUM Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.



                [1] Nana Sudjana, Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah, Cet ke-3 (Bandung: Sinar Baru Algesindo, 1996), hlm 127.
                [2] Hamid Hasan, Evaluasi Kurikulum, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008), hlm. 42-43.
[3] Nana Syaodih Sukmadinata, PENGEMBANGAN KURIKULUM Teori dan Praktek, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004), hlm. 179-182.

                [4] Oemar Hamalik, Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2007), hlm. 255-256.
                [5] Ibid, hlm. 258-260.