EVALUASI KURIKULUM
Disusun dan disampaikan untuk memenuhi tugas:
Mata Kuliah :
Pengembangan Kurikulum
Dosen Pengampu :
M. Khasani, M.Pd.
Oleh:
Ani Musiani
2021111181
PRODI PAI
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2013
BAB
I
PENDAHULUAN
Kurikulum merupakan suatu hal yang
penting dalam pendidikan. Kurikulum dapat membantu proses pendidikan dan juga
membantu dalam mewujudkan terlaksananya tujuan pendidikan.
Pemerintah memberikan prioritas
tinggi kepada pendidikan dengan mengeluarkan biaya yang banyak demi kepentingan
peningkatan mutu bangsa. Biaya itu akan sia-sia bila kurikulum tidak terjamin
mutunya. Sudah selayaknya pengembangan dan perubahan apalagi perombakan
kurikulum ditangani dengan hati-hati.
Karena kurikulum sangat penting dan
mengenai hidup jutaan manusia kini dan dimasa mendatang, maka perlulah diadakan
usaha yang kontinu untuk memperbaikinya. Untuk itu perlu diadakan evaluasi
kurikulum.
Dalam makalah ini akan dibahas
tentang evaluasi pendidikan.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Definisi Evaluasi
Kurikulum
Evaluasi pada dasarnya adalah
proses penentuan nilai sesuatu berdasarkan kriteria tertentu. Dalam proses
tersebut tercakup usaha mencari dan mengumpulkan data atau informasi yang
diperlukan sebagai dasar dalam menentukan nilai suatu objek evaluasi, seperti
program, prosedur, usul, cara, pendekatan, model kerja, hasil program dan
lain-lain.
Evaluasi atau penilaian
kurikulum merupakan salah satu bagian dari evaluasi pendidikan yang memusatkan
perhatian kepada program-program pendidikan mulai dari tahap perencanaan,
pelaksanaan, pembinaan dan pengembangan mutu. Kurikulum sebagai program
pendidikan atau program belajar untuk
siswa memerlukan penilaian sebagai bahan balikan dan penyempurnaan sesuai
dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat, anak didik serta perkembangan ilmu
pengetahuan.
B.
Tujuan Evaluasi Kurikulum
Tujuan
Evaluasi kurikulum berbeda-beda tergantung dari konsep atau pengertian
seseorang tentang evaluasi. Konsep seseorang tentang evaluasi dipengaruhi oleh
pandangan filosofis seseorang tentang posisi evaluasi sebagai suatu bidang
kajian dan sebagai suatu profesi. Secara mendasar tujuan pekerjaan evaluasi
kurikulum dan evaluasi lainnya, bersifat praktis. Tujuan tersebut dapat
dikelompokkan sebagai berikut:
1.
Menyediakan informasi mengenai pelaksanaan pengembangan dan
pelaksanaan suatu kurikulum sebagai masukan bagi pengambilan keputusan.
2.
Menentukan tingkat keberhasilan dan kegagalan suatu kurikiulum
serta factor-faktor yang berkontribusi dalam suatu lingkungan tertentu.
3.
Mengembangkan berbagai alternatif pemecahan masalah yang dapat
digunakan dalam upaya perbaikan kurikulum.
4.
Memahami dan menjelaskan karakteristik suatu kurikulum dan
pelaksanaan suatu kurikulum.
Keempat tujuan evaluasi kurikulum tersebut diatas berbeda-beda satu dengan yang lainnya.
Keempat tujuan tersebut bukanlah merupakan suatu keutuhan dan harus digunakan
oleh setiap kegiatan evaluasi kurikulum. Keempat tujuan tersebut diatas
terpisah dan suatu kegiatan evaluasi dapat memilih salah satu tujuan atau
gabungan dari beberapa tujuan tersebut.
C.
Peranan Evaluasi Kurikulum
Peranan evaluasi kebijaksanaan dalam
kurikulum khususnya pendidikan berkenaan dengan tiga hal, yaitu:
1.
Evaluasi sebagai moral judgement
Konsep utama dalam evaluasi adalah masalah nilai. Hasil dari suatu
evaluasi berisi suatau nilai yang akan digunakan untuk tindakan selanjutnya.
Hal ini mengandung dua pengertian, pertama evaluasi berisi suatu skala nilai
moral, berdasarkan skala tersebut suatu objek evaluasi dapat dinilai. Kedua,
evaluasi berisi suatu perangkat kriteria praktis, berdasarkan kriteria-kriteria
tersebut suatu hasil dapat dinilai.
2.
Evaluasi dan penentuan keputusan
Beberapa hasil
evaluasi menjadi bahan pertimbangan bagi murid untuk mengambil keputusan apakah
ia harus memilih jurusan IPA atau IPS, dan sebagainya. Dengan perkataan lain
penentuan keputusan yang diambil oleh murid, sebagian besar berkenaan dengan
kepentingan dirinya. Lain halnya keputusan yang diambil oleh seorang guru, ia
mengambil keputusan bagi kepentingan murid-muridnya. Jadi, tiap pengambil
keputusan dalam proses evaluasi memegang posisi nilai yang berbeda, sesuai
dengan posisinya.
3.
Evaluasi dan konsensus nilai
Penelitian pendidikan dan evaluasi kurikulum sebagai perilaku
sosial berisi nilai-nilai. Dalam berbagai situasi pendidikan serta kegiatan
pelaksanaan evaluasi kurikulum sejumlah nilai-nilai dibawakan oleh orang-orang
yang turut terlibat (berpartisipasi) dalam kegiatan penilaian atau evaluasi.
D.
Prinsip-Prinsip Evaluasi Kurikulum
Prinsip-prinsip
Evaluasi Kurikulum meliputi:
1.
Tujuan tertentu,
artinya setiap program evaluasi kurikulum terarah dalam mencapai tujuan yang
telah ditentukan secara jelas dan spesifik. Tujuan-tujuan itu pula yang
mengarahkan berbagai kegiatan dalam proses pelaksanaan evaluasi kurikulum.
2.
Bersifat Objektif,
dalam artian berpijak pada keadaan yang sebenarnya, bersumber dari data yang
nyata dan akurat yang diperoleh melalui instrumen yang handal.
3.
Bersifat Komperhensif, mencakup
semua dimensi atau aspek yang terdapat dalam ruang lingkup kurikulum. Seluruh
komponen kurikulum harus mendapat perhatian dan pertimbangan secara seksama
sebelum dilakukan pengambilan keputusan.
4.
Kooperatif dan bertanggung jawab dalam perencanaan. Pelaksanaan dan keberhasilan suatu program evaluasi kurikulum
merupakan tanggung jawab bersama pihak-pihak yang terlibat dalam proses
pendidikan seperti. Guru, kepala sekolah, pemilik, orang tua, bahkan siswa itu
sendiri, disamping merupakan tanggung jawab utama lembaga penelitian dan
pembangunan.
5.
Efisien, khususnya
dalam penggunaan waktu, biaya, tenaga, peralatan yang menjadi penunjang.
6.
Berkesinambungan, hal
ini diperlukan mengingat tuntutan dari dalam dan luar sekolah, yang meminta
diadakannya kurikulum.
E.
Prosedur Strategi Evaluasi Kurikulum.
1.
Evaluasi Kebutuhan dan Feasibility
Evaluasi ini dapat dilaksanakan oleh
organisasi atau administrator tingkat pelaksana. Prosedur yang dilakukan
meliputi:
·
Merumuskan tipe dan jenis mata pelajaran atau program yang sekarang
sedang disampaikan.
·
Menetapkan program yang dibutuhkan.
·
Menilai (assess) data setempat berdasarkann tes buku, tes
intelegensi, dan tes sikap
yang ada.
·
Menilai riset yang tlah ada.
2.
Evaluasi Masukan
Evaluasi Masukan
melibatkan para
supervisor, konsultan, dan ahli mata pelajaran yang dapat
merumuskan pemecahan masalah. Pemecahan masalah ini harus dilihat dalam
hubungannya dengan hambatan (misalnya penerimaan pemecahan masalah oleh guru
dan siswa), kecakapan kerja (pelaksanaan pemecahan masalah dalam kelas atau
sekolah), keampuhan (sejauh mana usaha pemecahan masalah tersebut), dan biaya
ekonomi (kaitan antara biaya pemecahan masalah dengan hasil yang diharapkan).
3.
Evaluasi Proses
Adalah sistem
pengelolaan informasi dalam upaya membuat keputusan yang berkenaan dengan
ekspansi, kontraksi, modifikasi, dan klarifikasi strategi pemecahan atau
penyelesaian masalah.
4.
Evaluasi Produk
Evaluasi ini
berkenaan dengan pengukuran terhadap hasil-hasil program dalam kaitaannya
dengan tercapainya tujuan.
BAB
III
PENUTUP
Evaluasi
pada dasarnya adalah proses penentuan nilai sesuatu berdasarkan kriteria
tertentu.
Evaluasi atau penilaian
kurikulum merupakan salah satu bagian dari evaluasi pendidikan, yang memusatkan
perhatian kepada program-program pendidikan mulai dari tahap perencanaan,
pelaksanaan, pembinaan dan pengembangan mutu.
Tujuan Evaluasi
dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1.
Menyediakan informasi mengenai pelaksanaan pengembangan dan
pelaksanaan suatu kurikulum sebagai masukan bagi pengambilan keputusan.
2.
Menentukan tingkat keberhasilan dan kegagalan suatu kurikiulum serta
factor-faktor yang berkontribusi dalam suatu lingkungan tertentu.
3.
Mengembangkan berbagai alternatif pemecahan masalah yang dapat
digunakan dalam upaya perbaikan kurikulum.
4.
Memahami dan menjelaskan karakteristik suatu kurikulum dan
pelaksanaan suatu kurikulum.
Peranan
evaluasi kebijaksanaan dalam kurikulum khususnya pendidikan berkenaan dengan
tiga hal, yaitu:.
1.
Evaluasi sebagai moral judgement
2.
Evaluasi dan penentuan keputusan
3.
Evaluasi dan konsensus nilai
Prinsip-prinsip Evaluasi Kurikulum meliputi:
1.
Tujuan tertentu,
2.
Bersifat Objektif,
3.
Bersifat Komperhensif,
4.
Kooperatif dan bertanggung jawab dalam perencanaan.
5.
Efisien
6.
Berkesinambungan,
Prosedur Strategi Evaluasi Kurikulum.
1.
Evaluasi Kebutuhan dan Feasibility
2.
Evaluasi Masukan
3.
Evaluasi Proses
4.
Evaluasi Produk
DAFTAR
PUSTAKA
Hamalik, Oemar. 2007. Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Hasan, Hamid. 2008. Evaluasi Kurikulum. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Sudjana, Nana. 1996. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah.
Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Sukmadinata,
Nana Syaodih. 2004. PENGEMBANGAN
KURIKULUM Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.