Jumat, 20 Maret 2015

PENGORGANISASIAN
MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah     :  Manajemen Pendidikan
Dosen Pengampu      : Turno, M.Pd
 











Disusun Oleh :
Ani Musiani              
2021111181


TARBIYAH PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN )
PEKALONGAN
2013

BAB I
PENDAHULUAN

Penempatan fungsi pengorganisasian setelah fungsi perencanaan merupakan hal yang logis karena tindakan pengorganisasian menjembatani kegiatan perencanaan dengan pelaksanaannya. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila beberapa ahli manajemen menempatkan fungsi pengngorganisasian setelah fungsi perencanaan. Suatu rencana yang telah tersusun secara matang dan ditetapkan berdasarkan perhitungan-perhitungan tertentu, tentunya tidak dengan sendirinya mendekatkan organisasi pada tujuan yang hendak dicapainya. Untuk merealisir  suatu rencana kearah tujuan yang telah ditetapkan, ia memerlukan pengaturan-pengatiran yang tidak saja menyangkut wadah dimana kegiatan-kegiatan itu dilaksanakan, namun juga aturan main yang harus ditaati oleh setiap seorang dalam organisasi dalam bekerja sama mencapai tujuan organisasi.
Dengan kata lain. Tanpa organisasi mustahil suatu rencana dapat mencapai tujuan, tanpa pengorganisasian para pelaksana tidak memiliki pedoman kerja yang jelas dan tegas sehingga pemborosan dan tumpang tindih akan mewarnai pelaksanaan suatu rencana yang akibatnya adalah kegagalan dalam mencapai.









BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Pengorganisasian
Pengorganisasian dalam bahasa inggris disebut Organizing dalam arti yang sempit adalah sebagai lembaga, kelompok fungsional, misal perusahaan, sekolah, perkumpulan, badan-badan pemerintah. Dalam arti luas, diartikan sebagai suatu proses pengorganisasian yaitu bagaimana pekerjaan itu diatur dan dialokasikan bagi para anggota, sehingga tujuan organisasi itu dapat tercapai secara efektif.
Hicks & Gullett  (1981) mengatakan bahwa pengorgansasian adalah kegiatan membagi-bagi tugas, tanggug jawab, dan wewenangdiantara sekelompok orang untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Gardon, Mondy, Sharplin, dan Preameaux, (1990) mengatakan bahwa pengorganisasian dapat diartikan sebagai proses menetapkan hubungan formal diantara orang-orang dan sumber-sumber ke arah pencapaian tujuan. Sedanagkan menurut Piece I dan Robison (1989) pengorganisasian adalahproses menentukan hubungan-hubungan yang esensial di antara orang-orang, tugas-tugas, dan aktivitas-aktivitas, dengan cara mengintergasikan dan mengkoordinasikan semua sumber organisasi ke arah pencapaiaan suatu tujuan secara efektif dan efisien.
Dari uraian diatas, dapat diketahui bahwa pengorganisasian adalah proses penentuan, pengelopokan, dan penyusunan macam-macam kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan, penempatan orang-orang (staff) pada kegiatan-kegiatan ini, penyediaan faktor-faktor yang cocok bagi lingkungan (keperluan kerja) dan penunjukan hubungan wewenang yan didelegasikan terhadap setiap orang yang berhubungan dengan pelaksanaan setiap kegiatan yang diharapkan.
Ciri-ciri organisasi meliputi :
1.   Organisasi sebagai suatu sistem, yaitu adanya seperangkat unsur yang saling berhubungan antara yang satu dengan yang lainnya.
2.   Organisasi meripakan struktur, adanya suatu kadar formalitas dan pembagian tugas dan tanggung jawab yang harus dijalankan oleh anggota kelompok.
3.         Adanya perencanaan yang dilakukan secara sadar berdasarkan rasionalitas dan pedoman-pedoman yang jelas.
4.      Adanya koordinasi dan kooperasi yang baik diantara orang-orang yang bekerja sama, menunjukan tindakan-tindakan orang-orang tersebut berjalan ke arah suatu tanggung jawab tertentu. 

B.     Unsur-unsur Organisasian
Menurut Koontz & O’donnel (1980) organisasi adalah pembnaan hbungan, wewenang, dan dimaksudkan untuk mencapai koordinasi yang struktural, baik secara vertikal maupun secara horizontaldi antara posisi-posisi yang telah disertai tugas-tugas khusus yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Jadi, oganisasi adalah hubungan struktural yang mengikat/menyatukan unsur-unsur sebagai berikut :
1.      Manusia berupa unsur manusia yang bekerjasama; ada pimpinan dan ada yang dipimpin, dan terusnya.
2.      Sasaran, yakni tujuan yang ingin dicapai
3.      Tempat kedudukan di mana manusia memainkan peran, wewenang dan tugasnya.
4.      Pekerjaan yang berwewenang sesuai dengan peran dan keudukannya yang disusun dalam pembagian tugas
5.      Teknologi, yakni berupa hubungan antara manusia yang satu dengan yang lain sehingga tercipta organisasi.
6.      Lingkungan , yakn adanya lingkungan yang saling mempengaruhi, misalnya ada sistem kerja sama.

C.    Prinsip-prinsip Pengorganisasian
Prinsip-prinsip pengorganisasian adalah kebenaran-kebenaran yang menjadi pegangan atau pedoman dalam melekukan tindangan pengorganisasian. Hal ini perlu dilakukan agar kesalahan-kesalahan dapat diminimalisasi dan jga agar kesalahan yang dilakukan pada masa lampau tidak terulang lagi.
Siagian (1990) menyebutkan bahwa ada lima belas prinsip organisasi :
1.      Kejelasan tujuan yang ingin dicapai
2.      Pemahaman tujuan oleh para anggota organisasi
3.      Penerimaan tujuan oleh para anggota organisasi
4.      Adanya kesatuan arah
5.      Kesatuan perintah
6.      Fungsionalisasi
7.      Deleniasi berbagai tugas
8.      Keseibangan antara wewenang dan tanggung jawab
9.      Pembagian tugas
10.  Kesederhanaan struktu
11.  Pola dasar organisasi yang relatif permanen
12.  Adanya pola pendelegasian wewenang
13.  Rentang pengawasan
14.  Jaminan pekerjaan
15.  Keseimbangan antara jasa dan imbalan.[1]
Prinsip-prinsip pengorganisasian menurut Roco Carzo  terdiri dari :
1.Kebermaknaan, berarti memberi gambaran bahwa pengorganisasian itu memiliki daya guna dan hasil guna yang tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan yang ditetapkan dalam rencana dan terhadap pencapaian tujuan yang telah ditentukan.
2. Keluwesan, memberi peluang untuk terjadinya perubahan , seperti pengembangan atau modifikasi dalam organisasi pada saat kegiatan sedang berlangsung. Perubahan itu mungkin terjadi sebagai akibat dan adanya perubahan tuntutan, masalah dan kebutuhan baru yang datang dari dalam dan dari luar organisasi pada saat pelaksanaan kegiatan.
3. Kedinamisan, menjadi acuan bagi setiap orang dalam organisasi untuk mengembangkan kreativitas dalam melaksanakan tugas pekerjan, dalam melekukan dan menjalin hubungan resmi dan hubungan tidak resmi, juga kedinamisan terhadap gejala perubahan yang terdapat dalam lingkungan.[2]

D.    Proses Organisasi
Proses organisasi dalam suatu perusahaan dan lembaga pendidikan adalah meliputi pembatasan dan penjumlahan tugas-tugas, pengelompokkan dan pengklasifikasian tugas-tugas, serta pendelegasian wewenang diantara personil/karyawan perusahaan.
Tahap-tahap/langkah-langkah manajemen dalm membentuk kegiatan pada proses pengorganisasian sendiri meliputi :
a.    Sasaran, manajer harus mengetahui mengetahui tujuan organisasi yang ingin dicapai.
b.   Penentuan kegiatan-kegitan, artinya manajer harus mengetahui, merumuskan dan menspesifikasikan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi dan menyusun daftar kegiatan-kegiatan yang diperlukan yang akan dilakukan.
c.    Pengelompokkan kegiatan-kegiatan, artiny manajer harus mengelompokkan kegiatan-kegiatan dalam bberapa kelompok atas dasar tujuan yang sama, kegiatan-kagiatan yang bersama serta berkaitan yang terdapat dalam satu unit kerja/satu departemen. 
d.   Pendelegasian wewenang, artinya manajer garus menetaokan besarnya wewenang yang akan didelegasikan kepada setiap departemen.
e.    Ruang kendali, artinya manajer harus menetapkan jumlah personil pada setiap departemen.
f.    Perincian peranan perorganisasian, artinya manajer harus menetapkan tugas-tugas perorangan.
g.   Tipe organisasi, artinya manajer harus menetapkan tipe organisasi , apa yang akan dicapai, apakah line and staff organization atau function organization.
h.   Bagan organisasi, artinya manajer/organisator harus manetapkan bagan/struktur organisasi yang bagaimana yang akan dipergunakan.[3]
Ernes Dale memberikan pengertian sebagai sebuah proses yang berlangkah jamak. Proses pengorganisasian itu digambarkan melalui tahapan sebagai berikut :
·         Tahap pertama untuk pemerincian pekerjaan adalah menentukan tugas-tugas apa yang akan diberikan kepada anggota organisasi dalam rangka mencapai tujuan.
·         Tahap kedua, pembagian pekerjaan dengan cara membagi seluruh beban kerja memjadi kegiatan-kegiatan yang dapat dilaksanakan oleh perseorangan atau kelompok. Dan harus diperhatikan bahwa orang-orang yang diserahi pekerjaan harus benar-benar orang yang memiliki kwalifikasi, tidak terlalu berat dan tidak terlalu ringan beban yang diberikan kepada para anggota organisasi.
·         Tahap ketiga, menggabungkan pekerjaan para anggota organisasi dengan cara yang rasional dan efisien. Penggabungan pekerjaan ini juga biasa disebut sebagai departementalisasi.
·         Tahap keempat, menetapkan mekanisme kerja untuk mengkoordinasikan pekerjaan dalam satu kesatuan pekerjaan yan harmonis.
·         Tahap kelima, melakukan monitoring dan mengambil langkah-langkah penyesuaian untuk mempertahankan dan meningkatkan efektifitas. Karena organisasi membutuhkan kesinambungan langkah yang terprogram/berkala, maka perlu ada evaluasi ataupun monitoring secara terus-menerus.[4]

E.     Teori organisasi
Terdapat dua pendekatan yang diajukan untuk memandang organisasi :
1.      Pendekatan klasik yang berdasarkan pada teori mesin
Pendekatan ini sangat memperhatikan pembagian kerja spesialisasi dan standar dalam mendesain organisasi, sehingga organisasi yang dibentuk dapat efektif dan efisien untuk mencapai tujuan. Efektif dan efisien artinta semua unsur manajemen berdaya guna dan berhasil guna. Pokok utama dari teori mesin ini adalah konsep spesialisasi tugas.
2.      Pendekatan yang berdasarkan pada hubungan manusiawi.
Pendekatan hubungan antarmanusia menekankan pentingnya memperhiyungkan aspek manusia secara utuh dalam merancang suatu struktur organisasi. Salah satu dari hasil penelitian ini adalah harapan para psikologi dan soiolog untuk dapat merumuskan  kedaan-keadaan tertentu yang membentuk timbulnya kerja sama dalam mencapai tujuan organisasi.
Organisasi bukanlah suatu sistem tertutup, tetapi harus berinteraksi dengan lingkungan. Organisasi adalah suatu sistem terbuka dan karena itu disamping mencakup proses produksi juga proses-proses lain yang bersifat hakiki untuk mempertahankan eksistensinya, ia mesti menopang fungsi-fungsinya dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya. [5]

F.     Stuktur Organisasi
Menurut E Kast dan James E Roseinzweig, Mengartikan struktur organisasi sebagai pola hubungan komponen atau bagian suatu organisasi. Struktur merupakan sistem formal hubungan kerja yang membagi dan mengkoordinasikan tugas orang dan kelompok agar tercapai.
Menurut Dale berpendapat bahwa struktur adalah mekanisme organisasi. Pada stuktur ditentukan apa yang harus dikerjakan oleh setiap personalia organisasi dan disini pula akan tampak pekerjaan-pekerjaan yang bisa digabungkan dibawah satu pimpinan.
Johson mengatakan struktur adalah hubungan beberapa fungsi atau aktifitas dalam suatu organisasi. Johson menekankan pada hubungan beberapa pekerjaan, pekerjaan yang berhubungan ini ada kesamaannya dengan pembentukkan unit-unit kerja.
Dengan demikian struktur organisasi adalah mkanisme kerja organisasi yang menggambarkan unit-unit kerjanya dengan tugas-tugas individu di dalamnya beserta kerja samanya dengan individu-individu lain dan hubungan antara unit-unit kerja itu baik secara vertikal maupun horizontal.
Simon, mengatakan bahwa struktur memiliki sifat-sifat : stabil, statis dan berubah lambat atau memerlukan waktu untuk penyesuaian-peyesuaian. Stuktur organisasi akan berubah pada saat organisasi tersebut mengalami perubahan akibat dari berkembangnya anggota oerganisasi sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Made pidarta menyebut struktur yang stabil dengan istilah mantap. Stuktur yang mantap adalah stuktur organisasi yang bisa bertahan lama dan dapat mendukung pencapaian tujuan organisasi secara sukses.
Struktur atau mekanisme kerja yang mantap memiliki ciri-ciri :
1.Bersifat fleksibel.
2.Tidak mudah berubah oleh pengaruh perubahan lingkungan.
3.Dinamis akibat penyesuaian dengan tuntutan lingkungan pada deskripsi tugasnya.
4.Para petugas taat akan kewajibannya, penuh dengan rasa tanggung jawab dan mampu mengontrol diri sendiri.
5.Ad kerja sama yan terpadu dengan subsistem-subsistem manajemen yang lain dalam usaha tujuan organisasi.
Sruktur organisasi menurut Nanang Fatah, akan menggambarkan :
1.      Posisi kerja,
2.      Pembagian kerja,
3.      Jenis pekerjaan yang harus dilakukan,
4.      Hubungan antara atasan dan bawahan,
5.      Kelompok, komponen, bagian,
6.      Tingkat manajemen
7.      Dan saluran komunikasi

G.    Tipe-tipe Organisasi
Secara garis besar ada dua :
1.      Tipe organik atau Tipe perilaku
Tipe yang menitikberatkan pada koordinasi semua tugas dan menekankan pada loyalitas setiap pelaksana. Memiliki ciri keterbukaan, berorientas pada pemecahan masalah, cepat menyesuaikan diri terhadap keadaan, bercorak kemasyarakatan, luwes dan adanya hubungan informal.
2.      Tipe mekanisme atau tipe klasik
Memiliki ciri tertutup, terprogram, rutin, statis, bersifat teknis, kaku, dan ketatnya hubungan secara formal.
Kedua tipe tersebut memiliki perbedaan dalam mekansme tugas dan tanggung jawab setiap orang yang terlibat dalam organisasi.
Menurut Flippo, ada empat bentuk organisasi :
1.      Organisasi lini
2.      Organisasi lini dan staff
3.      Organisasi Fungsional
4.      Organisasi proyek

H.    Hubungan dalam Organisasi
Hubungan dalam organisasi menunjukkan kaitan antara tanggung jawab, wewenang dan pelaporan atau akuntabilitas. Akuntabilitas adalah keharusan mempertanggung jawabkan pelaksanaan tugas yang mengacu kepada sasaran yang ingin dicapai oleh organisasi. Bentuk-bentuk hubungan dalam organisasi pada umumnya dan organisasi pendidikan pada khususna sangat banyak dan bervariasi. Dalam organisasi sekolah yang besar, hubungan-hubungan itu secara garis besar mencakup aspek sasaran, fungsi atau perangkat tugas, tanggung jawab, wewenang, dan akuntabilitasnya.
-          Hubungan Garis : adalah hubungan antar unsur dalam organisasi pendidikan yang menunjukkan garis perintah dari atas ke bawah.
-          Hubungan Staff : yaitu hubungan antar unsur dalam organisasi pendidikan yang menunjukkan penguasaan untuk membantu kegiatan unsur lain dalam bidamg pekerjan tertentu.
-          Hubungan Konsultatif : adalah hubungan antara unsur yang berada dalam organisasi dengan kedudukan setara.
-          Hubungan Koordinatif : yaitu merupakan pola hubungan yang menunjukkan hubungan antara unit dalam organisasi bertujuan mensinkronkan, saling mendukung, supaya searah dan tidak tumpang tindih.

I.       Pendelegasian wewenang
Delegasi menurut Manullang berarti kegiatan seorangmanajer untuk menugaskan bawahannya mengerjakan sebagian dari tugas manajer. Delegasi dapat didefinisikan sebagai sebagai pelimpahan wewenang formal dan tanggung jawab kepada seseorang atas pelaksanaan aktivitas tertentu. Tujuan utama pendelegasian adalah agar organisasi dapat menggunakan sumber dayanya secara efisien.
Proses delegasi terdapat tiga unsur yaitu : tugas, kekuasaan, dan pertanggungjawaban. Pada tahap awal, seorang manajer memberi tugas dan kekuasaan kepada bawahan. Tugas adalah pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan oleh seseorang dalam jembatan tertentu. Sedang kekuasaan adalah hak atau wewenang untuk memutuskan segala seuatu yang berhubungan dengan fungsinya. Tahap kedua bawahan yang menerima tugas dan kekuasaan dari manajer meleksanakan tugas dengan mempergunakan kekuasaan yang diterimanya. Beberapa unsur yang menjadi dasar pemberian tanggung jawab antara lain :
1.      Spesifikasi tugas
2.      Kesamaan fungsi
3.      Rentang manajemen
  
J.      Pengorganisasian di Lingkungan Penidikan
1.      Organisasi Sekolah
Sekolah menurut Weingartner merupakan yang spesifik dari seperangkat fungsi-fungsi yang mendasar dalam melayani masyarakat.
2.      Fungsi Sekolah
Selanjutnya Syaiful Sagala menjelaskan bahwa fungsi sekolah adalah meneruskan, mempertahankan, dan mengembangkan kebudayaan masyarakat melalui pembentukan kepribadian anak-anak agar menjadi manusia dewasa dari sudut usia maupun intelektualnya, secara terampil dan bertanggungjawab sebagai upaya mempersiapkan generasi pngganti yang mampu mempertahankan eksistensi kelompok atau masyarakat bangsanya dengan budaya yang mendukungnya.
3.      Faktor-faktor Penentu Kerja Sekolah
Bahwa untuk mencapai tujuan utama pendidikan adalah untuk meneruskan kebudayaan kepada generasi muda melalui proses sosialisasi. Sedangkan tujuan utama sekolah adalah menjamin kompetensi minimal dan keterampilan dan pemahaman yang telah detentukan bagi semua anak.
      Untuk mencapai tujuan tersebut, ada sejumlah faktor yang menjadi penentu kinerja sekolah. Keberhasilan kinerja sekolah tersebut dapat dilihat melalui beberapa indikator, yaitu :
a.       Manajemen kurikulum yang lugas dan fleksibel
b.      Proses belajar mengajar yang efektif
c.       Lingkungan sekolah yang sehat
d.      SDM dan sumber daya lain yang handal
e.       Standarisasi pengajaran dan evaluasi hasil belajar
4.      Efektivitas Organisasi Sekolah
Keefektifan organisasi (secara umum) adala konsep yang sangat luas mencakup sejumlah komponen-komponen konsep :
a.       Jangka pendek, seperti produksi, efisiensi dan kepuasan.
b.      Jangka menengah, seperti menyrsuaikan diri terhadap lingkungan, pengembangan serta pertumbuhan.
c.       Jangka panjang, yaitu bagaimana organisasi tersebut dapat bertahan hidup.
Sedangkan keefektifan sekolah menurut Salter dan Teddie yaitu :
a.    Ketetapan administrasi.
b.   Kesiapan guru.
c.    Kesiapan siswa.
Jaap Scheerens  mengatakan bahwa output yang memiliki kwalitas tidak akan lepas dari kondisi sekolah yang efektif yang memiliki indikator sebagai berikut :
a.       Kepemimpina pendidikan yang kuat.
b.      Penekanan pada perolehan keterampilan dasar.
c.       Lingkungan yang rapi dan aman.
d.         Harapan pencapaian murid yang tinggi.
e.    Penilaian tentang kemajuan murid.
5.      Kerkteristik organisasi sekolah yang efektif
Karakteristik pada tingkat sekolah yang efektif berkaitan erat dengan manajemen sekolah, kepemimpinan, komitmen, konsistensi tujuan dengan progra dan target sekolah, lingkungan strategis, internal maupun eksternal, haraan, iklim, sekolah dan peran pemerintah.[6]






BAB III
KESIMPULAN
Pengorganisasian adalah proses penentuan, pengelopokan, dan penyusunan macam-macam kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan, penempatan orang-orang (staff) pada kegiatan-kegiatan ini, penyediaan faktor-faktor yang cocok bagi lingkungan (keperluan kerja) dan penunjukan hubungan wewenang yan didelegasikan terhadap setiap orang yang berhubungan dengan pelaksanaan setiap kegiatan yang diharapkan.
Ciri-ciri organisasi meliputi :Organisasi sebagai suatu sistem,Organisasi meripakan struktur, Adanya perencanaan yang dilakukan secara sadar berdasarkan rasionalitas dan pedoman-pedoman yang jelas.
1.      Prisip-prinsip pengorganisasian menurut Roco Carzo: Kebermaknaan, Keluwesan, Kedinamisan, Proses organisasi dalam suatu perusahaan dan lembaga pendidikan adalah meliputi pembatasan dan penjumlahan tugas-tugas, pengelompokkan dan pengklasifikasian tugas-tugas, serta pendelegasian wewenang diantara peronil/karyawan perusahaan. Struktur organisasi adalah mkanisme kerja organisasi yang menggambarkan unit-unit kerjanya dengan tugas-tugas individu di dalamnya beserta kerja samanya dengan individu-individu lain dan hubungan antara unit-unit kerja itu baik secara vertikal maupun horizontal. Tipe- tipe organisasi : Tipe organik atau Tipe perilaku dan Tipe mekanisme atau tipe klasik


     




DAFTAR PUSTAKA
Marno dan Supriyatno, Triyo. 2008. Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Islam. Bandung: PT. Refika Aditama.
Yusuf, Musfirotun. 2009. Manajemen Pendidikan. Pekalongan : STAIN Pekalongan Press.



[1]  Marno &Triyo Supriyatno, Manajemen Kepemimpinan Pendidikan Islam, (Bandung : PT. Refika Aditama, 2008), hlm. 16-18.
[2]  Musfirotun Yusuf, Manajemen Pendidikan (Pekalongan :  Gama Media Yogyakarta, 2009), hlm. 42.
[3]  Marno &Triyo Supriyatno, op.cit, hlm. 18-19.
[4] Marno &Triyo Supriyatno, op.cit, hlm. 42-43.
[5] Ibid.,  hlm.19-20.
[6] Musfirotun Yusuf, op.cit, hlm. 43-62.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar